Get Domain...!!!

Selasa, 21 Februari 2012

Menjaring Uang Melalui Bisnis Online

Internet menyediakan berbagai hal kepada penggunanya, terutama berhubungan dengan kebebasan informasi. Pengguna internet dapat mengakses berbagai informasi baik data-data, peristiwa dan kejadian - kejadian sosial, politik, ekonomi, maupun pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Hal ini merupakan peluang, yaitu dimana ada kebutuhan informasi maka akan ada penyedia informasi. Penyedia informasi seperti apa? Tergantung dengan kepentingan individu/kelompok tersebut, misalnya seorang pemasar tentunya akan menyediakan informasi mengenai produknya atau seorang politikus akan menyediakan informasi mengenai kebijakan-kebijakan populisnya kepada masyarakat. Jadi jika anda ingin menghasilkan uang melalui internet, yang harus anda pikirkan yaitu informasi apa yang saya sediakan untuk menghasilkan uang. Dengan gambaran diatas, menjadi suatu yang logis bahwa menjaring uang di internet adalah suatu hal yang mungkin dan nyata.

Ada banyak cara untuk menjaring uang di internet. Dengan pengguna internet yang begitu besar merupakan pasar potensial bagi produk-produk anda. Jadi cara pertama adalah anda menjual produk-produk anda sendiri melalui internet, bisa melalui toko online bahkan blog gratisan. Bicara soal produk, bisa merupakan produk riil, misal pakaian, sepatu, tas, dst atau juga bisa produk tak riil (tak berbentuk) bisa berupa software, ebook, musik, dst. Akhir-akhir ini banyak juga yang menjual informasi atau biasa disebut infopreneur.

Sedangkan bagi anda yang tidak memiliki produk, anda bisa menjadi makelar produk. Yah... makelar dalam jaringan internet, tidak jauh beda dengan makelar dalam kehidupan nyata. Bedanya hanya kita memasarkanya dalam jaringan internet dan mengoptimalkannya, sehingga produk tersebut dapat kita sebarkan kepada semua pengguna internet. Program untuk makelaran ini nama kerennya program affiliasi. Bagi para pebisnis online yang tidak memiliki produk dapat mendaftarkan diri sebagai affiliasi pada program-program affiliasi yang banyak tersebar di internet. Dimana dengan mengikuti program affiliasi tersebut, maka kita akan mendapat imbalan / komisi dari penjualan produk yang melalui link kita. Tentang komisinya besarnya bervariasi tergantung dengan program affiliasi yang kita ikuti ada yang sebesar $15 USD per penjualan bahkan sampai ratusan $ USD. Dengan mengikuti program affiliasi anda diberikan kesempatan untuk uang diinternet meskipun anda tidak memiliki produk. Hal ini tentunya merupakan peluang, karena dengan modal internet kita sudah bisa menjadi pebisnis online. Jika anda tertarik mengikuti program affiliasi, salah satu yang menyediakan program affiliasi adalah disini.

Akhirnya menjalani bisnis online tergantung pada minat anda, ingin memasarkan produk sendiri atau menjadi affiliasi. Dua cara tersebut dapat menjaring uang dalam internet, yang menjadi kunci hanyalah sejauh apa kita bisa fokus, selalu memperbaiki diri, dan tekun menjalaninya. Pilihan di tangan anda. Salam Sukses...!

Toko Online Model bisnis TerBarU...

Bicara soal usaha, terutama pada jenis - jenis usaha retail, pada umumnya tidak jauh dari persoalan penyiapan outlet, lapak, atau showroom, sebagai salah satu cara promosi, mengenalkan berbagai produk kita pada konsumen. Menyiapkan outlet tersebut juga bukan merupakan hal yang murah, paling tidak kita perlu membeli atau menyewa bangunan atau ruang dan mempersiapkan segala perlengkapannya, mulai dari dekorasi, furniture, rak-rak untuk display dan alat-alat elektronik, misal komputer atau laptop. Bagi seorang wirausaha pemula, hal tersebut cukup memberatkan, karena butuh modal yang tidak sedikit pada saat pertama membuka usaha. Tapi seiring dengan kemajuan teknologi informasi, model bisnis konvensional seperti ini bisa diminimalisir, dengan memanfaatkan internet sebagai media bisnis.

Toko online, itulah yang sekarang banyak bermunculan di internet. Dengan hanya memanfaatkan website atau blog, kita sudah bisa menjalankan bisnis kita. Ya... bisnis online, cukup dengan website atau blog kita sudah bisa memasarkan produk-produk kita. Website atau blog tersebut tak ubahnya merupakan outlet/showroom bagi kita dalam model bisnis konvensional. Namun, kita tidak perlu membeli atau menyewa bangunan atau ruangan, namun cukup dengan menyewa hosting dan domain untuk mempublikasikan website atau blog kita di internet (dalam hal ini untuk website atau blog yang berbayar). Biaya pembuatan website atau blog plus biaya sewa hosting dan domain tersebut tentunya jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli atau menyewa bangunan untuk sebuah outlet atau showroom.

Hosting sendiri tak ubahnya merupakan rumah kita dalam jaringan internet, sedangkan domain adalah alamat rumah kita di internet. Dengan kata lain hosting dan domain tersebut tak lain adalah outlet dan alamatnya (dalam bisnis konvensional) dan website merupakan display dalam outlet kita. Cukup dengan membayar sewa hosting dan sewa domain dengan kisaran harga masing-masing kurang lebih Rp. 150 ribu, kita sudah dapat memiliki outlet di internet. Harga yang sebanding bila dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh. Selain itu, bagi para wirausaha pemula sangatlah membantu karena dengan modal yang cupet sudah dapat memasarkan produk-produknya.

Manfaat lain yang dapat diperoleh dengan menggunakan website atau blog sebagai media bisnis, dengan hanya menyewa hosting dan mendaftarkan domain, kita sudah dapat memasarkan produk-produk kita secara worldwide, luas ke seluruh dunia. Bandingkan dengan bisnis konvensional yang ruang lingkupnya masih terbatasi oleh lingkup geografis, memiliki toko online ruang lingkup pemasarannya jauh lebih luas tanpa batasan geografis. Inilah model bisnis terbaru, bisnis online, yang tentunya akan terus berkembang dan terus bergerak dinamis seiring perkembangan zaman. Dan tentunya ini merupakan peluang dan juga dapat menjadi ancaman bagi kita, tergantung dari sisi mana kita melihatnya.

Jadi bagi anda yang memiliki keinginan untuk menjadi seorang pebisnis namun tidak memiliki modal, model bisnis ini bisa menjadi pertimbangan bagi anda. Membuka toko online, menyewa hosting, yang bisa anda didapatkan di
dan mendaftarkan domain anda di
anda sudah dapat memulai dan menjalankan bisnis anda ^^.

Senin, 24 Agustus 2009

Memanfaatkan Bulan Ramadhan dan Lebaran sebagai Motor Penggerak Perekonomian

Di luar sisi religusnya, bulan Ramadhan dan Lebaran ternyata mengandung sisi positif di mata perekonomian. Perekonomian negara kita dapat dikatakan tertolong oleh sebuah tradisi, yah tradisikonsumtif di bulan Ramadhan dan Lebaran, yaitu sebagai penggerak perekonomian mulai dari sektor mikro sampai sektor bisnis yang berskala besar.


Contoh kecil di sektor mikro, seiring dengan hadirnya bulan Ramadhan dan menyongsong Lebaran,aktivitas perdagangan di pasar-pasar tradisional meningkat, belum lagi aktivitas ekonomi di gang-gang kecil dan tempat-tempat lainnya yang sebelumnya bukan merupakan tempat berlangsungnyakegiatan ekonomi, disulap menjadi bidak-bidak kecil yang menjual berbagai makanan dan minumankhas Ramadhan. Dari sektor ini saja sudah terjadi perputaran uang yang cukup tinggi.


Perputaran uang yang semakin cepat tentunya semakin baik bagi perekonomian, seperti halnya peredaran darah, peredaran darah semakin lancar tubuh semakin sehat, sebaliknya peredaran darah terganggu akan menimbulkan berbagai gangguan pada tubuh/penyakit. Jika dalam perekonomian sebuah negara, peredaran uang yang terhambat dapat digambarkan dengan banyaknya uang yang menganggur di bank, konsumsi rendah, produksi terhambat, iklim investasi menjadi lesu, dan perekonomian turun.


Hal ini baru dipandang dari perputaran uang yang terjadi pada bulan Ramadhan dan Lebaran, belum dariefek berganda yang ditimbulkan dari adanya aktivitas ekonomi ini. Aktivitas ekonomi mikro, akan dapatmemberikan efek yang signifikan secara berganda pada perekonomian negara secara keseluruhan, Sebagai contoh :kita tarik mundur kegiatan ekonomi tersebut dari peningkatan pejualan makanan dan minuman, maka juga meningkatkan penjualan bahan baku, mulai dari beras, daging, tepung, sayuran. Jika ditarik lagi kebelakangada peningkatan pemakaian jasa transportasi dari petani ke pasar, jasa angkutnya, jasa penggudangan, dll yang berhubungan. Jika ditarik lagi kebelakang maka akan berpengaruh pada lini pertama, yaitu produsen atau petani.Banyaknya permintaan tentunya akan meningkatkan harga komoditas mereka dan memacu produktivitas mereka, dan jika ditarik lagi kebelakang maka akan ada pemakaian pupuk, jasa pekerja penggarap, makanan ternak, dan sektor lain yang berhubungan. Dari sektor mikro saja sudah cukup besar stimulus yang diberikan pada perekonomian kita. Belum kalo kita berbicara pada sektor yang lebih besar, misalnya sektor korporasi. Perputaran uang dan efek bergandanya akan lebih besar lagi.


Namun, momentum Ramadhan dan Lebaran ini bukannya tanpa masalah, tingginya konsumsi dapat mendorong terjadinya inflasi. Yang perlu dilakukan hanyalah bagaimana menyeimbangkan antara investasi, produksi dan konsumsi nasional, sehinggaperedaran uang di masyarakat yang tinggi dapat segera ditarik/diputar dalam investasi dan produksi. Hal ini akan,mencegah terjadinya ketimpangan peredaran uang dan menekan terjadinya inflasi.


Akan tetapi, hal baik masih berpihak pada kita, sebagai suatu kegiatan yang musiman, tentunya tingginya konsumsi sudahdapat diantisipasi sebelumnya dan mempersiapkan produksi yang mencukupi. Selain, itu kebutuhan untuk investasinyajuga dapat dianalisis mulai sejak awal. Dalam hal ini, keseimbangan antara investasi, produksi, dan konsumsi nasionalseharusnya dapat dianalisis dan dipersiapkan sejak awal. Secara garis besar, intinya momentum Ramadhan dan Lebaran tersebut seharusnya dimanfaatkan secara optimal sebagai penggerak perekonomian rakyat atau instrumen penggerak ekonomi kerakyatan.

Kamis, 28 Agustus 2008

MenJadi Besar daRi Hal yAng KecIL

Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk menjadi seorang wirausaha. Akan tetapi, seringkali hanya berupa keinginan belaka tanpa adanya suatu tindakan yang nyata. Pertanyaan yang timbul adalah mengapa?
Kebanyakan karena mereka terlalu ambisius dalam menetapkan standar usaha, akibatnya tindakan mereka terbentur berbagai kendala, seperti modal, minimnya pengetahuan mengenai bidang usahanya, jaringan, dan lain sebagainya. Hal ini membuat nyali mereka ciut dan resiko yang dihadapi semakin besar. Akhirnya hasilnya adalah "ntar dulu ah, masih belum siap nih!".

Padahal sebuah usaha bisa dimulai dari hal kecil. Usaha kecil tentunya tidak membutuhkan modal yang besar, pemahaman mengenai lingkup usaha relatif mudah, dan resikonya pun kecil. Setidaknya dengan semua kelebihan diatas kita memiliki modal utama adalah "kepercayaan diri", tidak takut pada kerugian.

Dari hal ini setidaknya kita, sudah memiliki tindakan nyata, dan seiring berjalannya waktu, kita bisa belajar berbagai hal mengenai bisnis, dan untuk menjadi bisnis besar hanyalah soal waktu.

Senin, 25 Agustus 2008

Menciptakan Sebuah Visi dan Menjadi Sukses

Apa syarat untuk menjadi orang yang sukses? Tidak lain dan tidak bukan adalah memiliki sebuah visi, selain juga usaha yang keras. Tapi Visi merupakan hal yang utama, usaha tanpa visi "adalah hal yang sia-sia".

Bagi anda yang bercita-cita untuk menjadi pengusaha visi merupakan syarat mutlak. Contoh kasus: Banyak orang yang memiliki usaha, misal warung makan. Jika orang tersebut tidak memiliki visi maka lihatlah 5 tahun ke depan, atau bahkan 10 tahun ke depan, anda akan menemukan bahwa orang tersebut, tetap memiliki warung yang sama seperti 5 atau 10 tahun yang lalu. Tapi jika orang tersebut memiliki visi, maka 5-10 tahun ke depan anda tidak akan menemui warung itu lagi, karena warung tersebut telah menjadi sebuah restoran mewah.

Itulah kehebatan sebuah visi. Visi menjadikan hal kecil menjadi suatu hal yang besar. Visi menjadikan suatu usaha yang kecil dengan hasil yang besar. Nah sekarang merupakan pilihan anda, hidup dengan rutinitas dan puas dengan kehidupan anda, atau hidup dengan memupuk visi dan menjadi besar karenanya.

Minggu, 24 Agustus 2008

Menyiasati Mahalnya Harga Energi Sebagai Peluang Usaha

Tingginya harga Bahan Bakar (energi) bagi sebagian besar masyarakat, merupakan suatu beban kehidupan yang lebih berat yang harus ditanggung. Ketidaksiapan pemerintah dalam perencanaan mengenai kebutuhan energi, merupakan salah satu penyebab defisitnya energi, mulai dari listrik sampai BBM. Sudah tentu pada akhirnya rakyatlah yang jadi korban, bahkan akhir-akhir ini sudah merembet pada dunia industri. Tapi akankah kita juga bersedia jadi korban???

Jangan.... Janganlah menganggap semua ini sebagai beban, tapi jadikanlah sebagai peluang. Orang yang selalu berpikir selalu ada peluang di setiap kesempatan adalah orang-orang yang sukses. Bahkan dalam keadaan yang tersulit pun. Buatlah peluang itu, jangan menunggunya....

Banyak hal yang bisa kita dapat, misalnya anda bisa membuat bahan bakar sederhana tapi murah dan ekonomis. Yup... Bahan bakar batubara buatan dari sampah... lumayan selain bisa mengurangi polusi juga bisa menciptakan energi dan tentunya keuntungan....(tentang bagaimana prosesnya anda bisa mendapatkannya di toko-toko buku terdekat). Pemasarannya pun gampang, anda bisa memasarkannya untuk industri-industri kecil atau bahkan untuk rumah tangga.

Ingin yang lebih besar.... bisa juga? Jadilah seorang kontraktor, yang membangun kontruksi untuk biogas.... yah pemasarannya adalah masyarakat umum, atau juga pesantren-pesantren.... Tapi tentunya anda juga harus memiliki ilmu mengenai hal tersebut.
Banyak hal yang bisa kita lakukan, asal kita selalu optimis. Selamat menciptakan peluang!!!!

Kamis, 24 April 2008

Buat Usaha Yuk!


Banyak orang yang bercita-cita untuk menjadi pegusaha, tapi amat sedikit yang benar-benar menjadi pengusaha. Mengapa? Karena sebagian besar dari kita dididik untuk menjadi seorang karyawan, yang lebih mengutamakan rasa aman, hindari resiko. 'Zona Nyaman' di lingkungan kerja merupakan salah satu penyumbang terbesar 'pengkerdilan mental pengusaha'. Salah satu syarat untuk menjadi pengusaha adalah 'tempatkan dirimu pada posisi yang tidak nyaman'.


Sebagai awal, tak usah muluk-muluk ingin mendirikan perusahaan yang memiliki aset bermilyar-milyar, itu nanti.... Cukup kita simpan di otak kita dan pupuk, pupuk, pupuk dalam mimpimu... (jadikan sebagai visi).


Sebagai pembelajaran, kita mulai dari usaha yang sederhana. Pembelajaran disini bukan hanya pembelajaran dalam seluk beluk bisnis tapi yang utama adalah pembelajaran mental kita telah lama 'dikebiri', perubahan paradigma dan cara pandang kita. Karena sebenarnya ini lebih pada masalah mental.


Sebagai rekomendasi, awalilah dengan membuka usaha berbasis makanan. Mengapa? Tidak lain dan tidak bukan adalah bisnis ini tidak akan lekang dimakan zaman, selama manusia masih butuh makan, produk anda pasti laku! Yang tidak kalah pentingnya adalah perputaran uang di bisnis ini cepat, sehingga bagi kita yang modalnya 'cupet' hal ini sangatlah membantu, dan yang paling penting adalah resikonya relatif kecil.


Bisnis tetaplah bisnis, meski resikonya kecil, anda tetap harus memiliki perencanaan dan pengetahuan yang cukup sebelum terjun dalam bisnis ini. Setidaknya anda harus tau makanan apa yang diminati oleh masyarakat sekitar, tempat yang strategis, target pasar anda, segmen pasar mana yang anda bidik, dan tentu saja 'inovasi' dalam produk anda. Jangan lupa hitung secara akurat biaya anda. Sebagai tindakan yang lebih serius, buat perencanaan jangka pendek mengenai biaya dan kuantum penjualan anda, kapan anda mencapai break even point dan mencapai keuntungan. Buat laporan penganggaran biaya sederhana sebagai alat kendali anda, dengan membandingkan dengan realisasi biaya anda.


Keinginan adalah keinginan, cita-cita tetaplah cita-cita jika anda tidak mencoba... Keberhasilan anda tergantung pada langkah pertama anda. Anda ingin menjadi pengusaha atau udah puas pada posisi anda, langkah pertama anda-lah yang menentukan. Selamat menjadi pengusaha!